
Oleh: [Abu Aaqilah]
Riyadh, Mei 2025 — Keputusan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap Suriah menandai titik balik dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Langkah ini tidak lepas dari peran signifikan Arab Saudi, yang secara aktif mendorong normalisasi hubungan dengan Damaskus dan memainkan peran kunci dalam rekonstruksi negara yang hancur akibat perang saudara selama lebih dari satu dekade.
Dalam kunjungan Presiden Donald Trump ke Riyadh pada Mei 2025, diumumkan bahwa AS akan mencabut sanksi terhadap Suriah, sebuah langkah yang diambil atas permintaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Bersamaan dengan itu, Arab Saudi berkomitmen untuk investasi sebesar $600 miliar di AS, termasuk kesepakatan pertahanan senilai $142 miliar .
Setelah penggulingan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Arab Saudi menyatakan dukungan terhadap pilihan rakyat Suriah dan menyerukan upaya bersama untuk menjaga persatuan dan stabilitas negara tersebut . Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Riyadh mempertimbangkan untuk melunasi utang Suriah kepada Bank Dunia sebesar $15 juta, membuka jalan bagi bantuan internasional untuk rekonstruksi infrastruktur vital dan pembayaran gaji pegawai negeri .
Langkah-langkah ini mencerminkan perubahan pendekatan Arab Saudi terhadap Suriah. Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, menyatakan bahwa dunia Arab tengah meninjau ulang efisiensi upaya mengisolasi Suriah dan menekankan perlunya dialog untuk mengatasi masalah kemanusiaan, termasuk kembalinya pengungsi .
Arab Saudi juga telah mengambil langkah-langkah diplomatik untuk memulihkan hubungan dengan Suriah, termasuk menunjuk Faisal al-Mujfel sebagai Duta Besar untuk Suriah, yang merupakan penunjukan pertama sejak hubungan diplomatik terputus pada 2012 .
Dengan pencabutan sanksi AS dan dukungan aktif Arab Saudi, Suriah kini memiliki peluang untuk memulai kembali pembangunan dan integrasi ke dalam komunitas internasional. Namun, tantangan besar masih menanti, termasuk memastikan stabilitas politik, rekonsiliasi nasional, dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi menunjukkan komitmen untuk memainkan peran sentral dalam membentuk masa depan Suriah, tidak hanya sebagai mediator regional tetapi juga sebagai mitra strategis dalam upaya rekonstruksi dan stabilisasi kawasan.
_______
Sumber :
Kompas.id, Republika, Detiknews, Tempo, TVoneNews, Liputan6.com
